Kenali Lebih Awal tentang ‘Menthal Illnes’

25
Ilustrasi | Foto: freepik.com

Beberapa waktu belakangan ini kalangan muda sedang dihebohkan dengan video unggahan yang begitu menyentuh dari salah satu influencer yang menyebutkan bahwa dirinya pernah mengalami menthal illness.

Stop membully ya kawan, karena menthal illness bukan sesuatu yang mengharuskan kita untuk berpikir negatif dengan orang yang mengidapnya terlebih sampai membully atau menghindari mereka. Mereka tidak membutuhkan komentar teman-teman tentang apa yang mengganggu kepribadiannya, melainkan yang mereka butuhkan adalah dukungan dan rangkulan dari teman-teman agar bisa survive dan kembali menjadi pribadinya yang sehat secara fisik dan juga psikis.

Bagi sebagian orang mungkin awam mendengar kata Menthal Illnes, untuk itu mari konseling akan membahasnya kali ini agar kita menyadari apakah menthal illness itu ada dalam diri kita atau mungkin pada diri orang-orang di sekitar kita.

Menthal Illnes atau bisa disebut juga menthal disorder yaitu adalah gangguan mental atau penyakit kejiwaan yang memiliki definisi yaitu pola psikologis atau perilaku yang pada umumnya terkait dengan stres atau kelainan mental yang tidak dianggap sebagai bagian dari perkembangan normal manusia.

Gangguan tersebut didefinisikan sebagai kombinasi afektif, perilaku, komponen kognitif atau persepsi yang berhubungan dengan fungsi tertentu pada daerah otak atau sistem saraf yang menjalankan fungsi sosial manusia.

Ke-abnormalan pada diri seseorang dapat dilihat dari berbagai macam gejalanya yaitu adanya ketegangan (tension), rasa putus asa, sikap murung, gelisah, cemas, perilaku kompulsif, hysteria, merasa lemah, tidak mampu mencapai tujuan, takut, memiliki pikiran negatif dan sebagainya

Gangguan jiwa ini menjadi masalah yang tanpa disadari bisa saja terjadi pada siapa saja. Hal ini disebabkan oleh tuntuntan kehidupan yang dirasakan seseorang penuh tekanan dengan tidak diimbangi oleh  ketahanan mental dalam dirinya sehingga dapat menciptakan tekanan dalam diri yang memicu tumbuhnya stres berat. Kondisi gangguan jiwa ini akan menjadi semakin berat apabila terlambat menanganinya, untuk itu mari mari konseling juga akan mengenalkanmu dengan 5 macam menthal illness atau penyakit kejiwaan.

  1. Kepribadian ganda
    Gangguan identitas atau kepribadian ganda ini yaitu kondisi dimana dalam diri seseorang terdapat dua kepribadian sekaligus yang dua-duanya berperan dalam tingkah laku yang ditunjukkannya sehari-hari. Para penderita kepribadian ganda ini seringkali tidak menyadari apa yang telah dilakukannya karena bawaan dari kepribadian tersebut yang sering berubah-ubah tanpa disadari pula. Kepribadian ganda ini termasuk kepada kepribadian yang sifatnya buruk karena seseorang yang mengalaminya ini akan menunjukkan sikap yang tidak sewajarnya dalam satu waktu.
    Contohnya dalam diri seseorang terdapat pribadi yang ketika dia sedang mengalami tekanan begitu berat atau dihadapkan dengan pilihan yang sulit dia akan tiba-tiba berubah. Misalnya dalam diri seseorang tersebut memiliki kepribadian yang dalam satu waktu menjadi pribadi yang tempramen, atau dalam kondisi waktu lain bisa menjadi pribadi seperti anak-anak. Dan perubahan pribadi tersebut berubah tanpa disadari oleh diri orang yang mengalaminya itu.

 

  1. Gangguan kecemasan berlebih
    Perasaan cemas merupakan hal yang wajar apabila seseorang merasa khawatir terhadap sesuatu. Cemas ditandai dengan meningkatnya denyut nadi, keluar keringat, atau timbul gerakan-gerakan kecil secara spontan. Pada orang dengan gangguan kejiwaan kecemasan ini akan ditunjukkannya dengan sikap atau respon yang berkali kali lipat dari orang normal bahkan bisa menimbulkan respon sampai ketakutan atau panik yang berlebihan. Dan hal ini perlu untuk segera diatasi.

 

  1. Gangguan obsesif kompulsif
    Gangguan obsesif kompulsif ini menunjukkan suatu aktifitas obsesi yang dilakukan oleh seseorang yang mengalaminya berulang-ulang kali karena suatu keyakinan atau ketakutan tertentu.  Contoh ada seseorang berpikir bahwa bersalaman dengan orang lain dapat membuatnya terkontaminasi kuman penyakit. Oleh karena itu setiap kali sehabis bersalaman dengan orang lain ia akan langsung mencuci tangannya. Dan ketika mencuci tangannya pun dia memiliki aturannya sendiri.

 

  1. Enosimania
    Enosimania merupakan gangguan dimana seseorang memiliki ketakutan pada pendapat orang lain, kritik, atau komen tentang dirinya. Orang dengan enosimania ini akan memiliki kehati-hatian karena takut salah atau disalahkan oleh orang lain. Dan mereka cenderung memiliki detak jantung yang cepat, nafas dangkal, dan selalu berkeringat. Tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa seseorang pada gangguan enosimania ini selalu merasa was was dan merasa khawatir sehingga seringkali membuatnya tidak berani untuk menampilkan dirinya dihadapan orang banyak karena takut dikomentari.

 

  1. Gangguan kepribadian
    Orang dengan gangguan kepribadian memiliki karakter ekstrim. Penderita cenderung lebih kaku dalam bersosial, tidak mampu beradaptasi diri terhadap lingkungan, merasa paranoid dan antisosial seperti yang telah dikenalkan dalam artikel sebelumnya (Introvert bukan Antisosial). Orang dengan gangguan kepribadian ini akan tampak aneh dimata lingkungannya sehingga menyebabkan penderita justru lebih sering dijauhi oleh sekitarnya.

Sebenarnya masih banyak lagi macam-macam penyakit kejiwaan yang perlu kamu ketahui, namun diharapkan dengan diwakili oleh lima macam penyakit kejiwaan yang mari konseling kenalkan mampu membuat kamu lebih aware dengan perubahan yang terjadi pada pribadimu.

Dan perlu kamu ketahui juga bahwa sekalipun penyakit kejiwaan ini banyak macamnya, namun penyebab yang paling utamanya yaitu satu dikarenakan tekanan yang begitu berat sehingga menimbulkan stres dalam diri yang mengalaminya dan muncul-lah gagguan-gangguan lain dalam kejiawaannya.

Sehingga yang perlu kamu lakukan adalah kenali dirimu apakah kamu memiliki ciri yang digambarkan sedikit pada informasi diatas atau tidak. Jika kamu merasa ketika sedang mengalami situasi berat ada sikapmu yang berbeda dari dirimu, maka kamu bisa segera mendatangi psikolog dan berkonsultasi kepadanya untuk mengetahui secara jelas apakah sikap yang kamu lakukan itu termasuk pada gangguan kejiwaan atau hanya sekedar respon normal karena sedang dalam kondisi cemas.

Karena setiap orang pasti memiliki kecemasan dalam dirinya termasuk dalam dirimu, dan justru kecemasan itu harus ada untuk membuat kamu mempelajari tentang bagaimana  mengendalikan dirimu dan agar kamu mampu mengatasi persoalan-persoalan yang kamu hadapi. Namun jika kecemasan itu berlebihan dalam waktu yang sering dan berulang-ulang maka kamu harus segera mewaspadainya.

Kamu harus segera konsultasikan kepada ahlinya yaitu psikolog. Dengan penanganan yang cepat untuk gangguan kejiwaan ini maka diharapkan gangguan tersebut tidak terlanjur semakin parah dan dapat segera disembuhkan.

Terakhir untuk kamu ketahui, mengenal tentang kepribadianmu itu tidak bisa hanya sekedar membaca informasinya dari internet saja melainkan harus melalui tes-tes tertentu untuk benar-benar mengetahui apakah kamu memiliki kepribadian yang seperti itu atau tidak. Maka bijaklah dalam menyimpulkan informasi berkaitan dengan dirimua yaa. Semoga bermanfaat. (DLA)

Tinggalkan Balasan