Jangan Larang Anak Bermain

11
Ilustrasi | Kids image created by Rawpixel.com - Freepik.com

Banyak dari orangtua jaman now yang melarang anaknya untuk bermain. Alasannya bermacam-macam, karena takut rumah berantakan dan kotor, banyak penculik, terlalu takut anaknya terluka, tidak mau anaknya jadi anak yang liar dan susah diatur dan sebagainya.

Alhasil orangtua mengambil inisiatif untuk membiarkan anaknya bermain didalam rumah, memberi ia gadget supaya anteng dan tidak rewel. Anak menjadi pasif, tidak banyak berbicara ingin tau ini itu.

Anak jadi malas gerak alias mager karena tak ada ruang gerak dan mata hanya tertuju pada benda mungil canggih yang ada dalam genggamannya. Anak jadi tidak dapat bersosialisasi, karena temannya hanyalah benda mati, ia menjadi emosional setiap kali keinginannya tidak terpenuhi.

Pernah terpikir sampai situ bunda?

Jangan pernah larang anak untuk bermain, karena dunia anak ya adalah bermain. Dari bermain, anak banyak sekali mendapatkan pelajaran. Ia belajar tentang banyak hal baru yang belum mereka ketahui, dari ilmu sosial, ilmu pengetahuan alam, nilai-nilai luhur, kedisiplinan, mengatur emosi, toleransi dan masih banyak yang lainnya.

Dikutip dari buku Education Games karya Kak Andang Ismail bahwa Imam Ghazali (1059-1111 M) memandang anak sebagai suatu amanat bagi orangtuanya. Hatinya yang suci adalah permata yang mahal. Apabila ia diajari dan dibiasakan untuk berbuat kebaikan. Maka ia akan tumbuh pada kebaikan itu dan mendapatkan kebahagiaan didunia dan diakhirat. Tetapi apabila dibiasakan untuk berbuat kejahatan dan dibiarkan. Seperti binatang-binatang, maka ia akan sengsara dan binasa. Cara membesarkan anak yang baik adalah dengan mendidik dan mengajarkan akhlak yang mulia padanya.

Memaksa anak-anak untuk belajar terus menerus dan melarang mereka untuk bermain akan mematikan hatinya, mengganggu kecerdasannya dan merusak irama hidupnya sedemikian rupa, sehingga ia akan berupaya melepaskan diri sama sekali dari kewajibannya untuk belajar. Hayooo.. nanti jadi gak mau belajar sama sekali loh.

Bermain adalah kebutuhan dasar pada manusia, bahkan pada orang dewasa sekalipun. Kesempatan bermain dan berkreasi akan memberikan rasa kebahagiaan, kegembiraan serta kepuasan emosional tersendiri, karena bermain adalah suatu aktivitas yang spontan dan kreatif, yang karenanya seseorang dapat menemukan ekspresi diri secara sepenuhnya.

Anak yang dapat mengenal diri sendiri dan lingkungannya akan dengan mudah untuk berinteraksi dengan lingkungan agar kehidupan berjalan serasi, seimbang dan sesuai norma-norma yang berlaku. Karena sesungguhnya setiap anak itu kreatif, mereka mempunyai potensi kreatif, beberapa diantara mereka memang ada yang unggul. Sayangnya ya, masih banyak orangtua yang belum menyadari dan menghargai pentingnya kreatifitas pada anak.

Nah, setelah membaca artikel ini, masih berniatkah mahmud-mahmud melarang anak bermain? (EN)

Tinggalkan Balasan