Jadilah Si Baper yang Produktif

19
Ilustrasi | Foto Business image created by Rawpixel.com - Freepik.com

Dalam kehidupan sehari-hari terutama di kalangan remaja, kita sering mendengar kata “Baper”. Apa sih ‘baper’ itu? Dan wajar tidak kalau seseorang sering ‘baperan’? Lalu gimana caranya baper jadi produktif? Pasti kalian bingung kenapa baper dikaitkan dengan hal yang bersifat produktif. Untuk lebih memahaminya mari konseling akan menyediakan informasinya untukmu.

Sebelum mengenal lebih dalam tentang istilah baper ini, pasti diantara kamu belum mengetahui adakah istilah baper dalam ilmu psikologi? Yuk kita lihat. Istilah “baper” atau terbawa perasaan dalam psikologi merujuk pada term “sensory-processing sensitivity (SPS).

Beberapa orang di Negara barat menyebut hal ini dengan istilah sehari-hari Highly Senitive Person. Menurut Marwa Azab Ph. D. pada Psychology Today menyatakan bahwa orang-orang yang baper itu memang sudah dari sananya. Hal ini bukan termasuk proses belajar dari lingkungan.

Pada saat mereka masih anak-anak, mereka memiliki kecenderungan pemalu dan kemudian ketika dewasa mereka akan cenderung menjadi introvert. Yang perlu digaris bawahi bahwa tidak semua orang dengan kecenderungan introvert otomatis menjadi orang yang “baperan”.

Karena menurut fakta, 30 dari orang “baper” sebanyak 30% adalah orang ekstrovert. Jadi istilah baper itu bukan sekedar bahasa keren-kerenan anak muda jaman now aja yaa. Hehe tapi memang sebenarnya ada dalam terminologi psikologi dengan istilah ilmiah yang mungkin awam didengar oleh telinga kita. Lalu apa sih ciri-ciri orang yang suka baper?

  1. Mereka memiliki keanekaragaman kehidupan dalam dirinya, sehingga seringkali mereka merasa gundah sedang berada dalam situasi perasaan yang seperti apa. Bahkan terkadang mereka sendiripun kurang mampu menggambarkan apa yang sedang mereka rasakan dalam dirinya.
  2. Mudah terhanyut atau terbawa dalam suasana dari sebuah seni atau lantunan musik.
  3. Seringkali merasa terbebani, berkaitan dengan perasaan dan apa yang dipikirkannya sendiri
  4. Sangat sensitif dengan rasa sakit, dan ketika sedang baper karena rasa sakit biasanya mereka sulit dicairkan suasana hatinya meskipun dengan candaan yang mereka sukai.
  5. Sangat peka terhadap perlakuan orang lain disekitarnya yang baginya kurang dia sukai.
  6. Mudah mengalami perubahan perasaan dan sikap ketika sedang sensitif terhadap sekitar.

Dari ciri-ciri diatas apakah terdapat dalam dirimu? Sebenarnya masih banyak lagi ciri dari orang baper yang dapat kamu sadari sendiri dalam dirimu atau dapat kamu lihat disekelilingmu. Sifat baper ini bukanlah sifat yang negatif, sifat ini termasuk sifat yang positif jika porsinya tepat.

Baper karena melihat teman sedang berbahagia lalu terhanyut dalam suasana bahagia tersebut, atau baper karena merasa banyak yang menyayangimu dengan memberikanmu perhatian lebih itu adalah suatu hal yang wajar.

Nah yang tidak wajar adalah ketika rasa bapermu itu muncul ketika kamu sedang sensitif dan mudah tersinggung dengan pembicaraan orang lain tentangmu atau tentang sikap orang lain yang mungkin terkesan mengasingkanmu padahal sebenarnya mereka tidak bermaksud seperti yang kamu pikirkan.

Sehingga hal tersebut membuatmu merasa stres sendiri dan merasa baper dalam hatimu tanpa bisa kamu ungkapkan. Hal itu membuat rasa bapermu menjadi negatif dan jika dibiarkan terus menerus atau sampai membuatmu terganggu dalam kehidupan sehari-hari maka rentan sekali terjadi depresi atau gangguan kesehatan mental pada dirimu.

Sebenarnya sifat baper atau sensitif ini sering ditemukan pada kalangan seniman dan penyair yang dihubungkan dengan hasil karya yang kreatif. Untuk itu jika seorang penyair atau seniman saja berasal dari karakter orang yang baper, lalu masih adakah keterbatasan yang kamu jadikan alasan karena sering baper untuk tidak sukses? Hemm kalau begitu kamu bisa lakukan hal ini untuk membuat bapermu menjadi produktif.

Yang pertama, kamu dapat menempatkan dirimu dalam lingkungan pertemanan yang positif yang dapat membuatmu menggali potensi yang ada dalam dirimu dan merangkulmu serta mengingatkanmu ketika kamu sedang baper yang berlebihan. Sehingga kamu dapat mengeluarkan kemampuan terbaikmu tentang sebuah seni misalnya.

Yang kedua, kamu bisa mulai untuk menuangkan perasaanmu lewat sebuah lukisan, atau tulisan sehingga kamu dapat tetap baper seperti biasanya namun menciptakan sebuah hasil karya pula.

Yang ketiga tentang refleksi diri, kamu dapat belajar untuk instrospeksi diri dari pengalaman yang telah kamu lalui sebelumnya kemudian belajar untuk mengenal sifat dasar manusia, tujuannya dan esensi hidupnya sebagai bahan untukmu mengenali dirimu sendiri.

Dan yang terakhir, ketika kamu sedang baper dan butuh waktu sendiri silahkan manfaatkan waktumu sebaik-baiknya untuk tenangkan dirimu.

Kamu juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang kamu sukai sehingga kamu mampu melupakan perasaan yang mungkin mengganggu pikiranmu. Serta belajarlah untuk berdamai dengan dirimu jika kamu sedang baper karena hal yang sifatnya membuat bapermu itu menjadi sebuah gangguan.

Nah bagaimana, sekarang kamu jauh lebih paham bukan tentang apa yang dimaksud dengan istilah baper. Lalu kamu juga jadi tahu apa saja ciri-ciri orang yang baper sehingga kamu dapat mengoreksi dirimu apakah kamu termasuk ciri orang yang baperan atau tidak.

Jika iya mulailah belajar untuk perlahan-lahan lepas dari sifat baper tersebut, terbawa dalam perasaan tentang suatu keadaan boleh-boleh saja asalkan tidak menjadi berlebihan. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik bukan?

Daripada kamu hanya terus meratapi nasibmu yang suka baperan dengan mengikuti sifat sensitifmu, lebih baik mulailah mengenali dirimu dan menggali kemampuanmu sampai kamu bisa membuat bapermu itu menjadi lebih produktif seperti tips diatas. Semoga bermanfaat dan selamat berbaper ria. (DLA)

Tinggalkan Balasan