Si Ekstrovert Jadi Pendiam? Kok Bisa…

24
Ilustrasi | People image created by Freepik

Seperti yang kita ketahui bahwa kepribadian yang ekstrovert selalu identik dengan sikap yang riang, aktif, mudah bergaul dan banyak bicara. Lalu apa yang terjadi ketika si ekstrovert jadi pendiam?

Secara refleks kita akan bertanya kepada si ekstrovert, kamu kenapa diam saja? Tetapi si ekstrovert hanya menjawab “aku tidak apa-apa”.

Kondisi seperti ini biasanya bukan membuat kita merasa senang karena si ekstrovert tidak banyak bicara tetapi justru kita akan bertanya-tanya apa yang menyebabkannya menjadi pendiam bukan? Untuk itu Mari Konseling akan mengulas alasannya.

Pada dasarnya kepribadian seseorang itu tidak dapat diubah, seperti yang telah dibahas pada artikel-artikel sebelumnya. Sehingga ketika kita mendapati satu kepribadian yang terlihat berubah maka kita dapat meneliti mengapa hal itu terjadi. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan si ekstrovert yang periang menjadi pendiam.

Pertama, siapa bilang ekstrovert tidak bisa diam? dia bisa diam kok tp hanya ketika tidur saja, hehehe. Lalu situasi lainnya ketika mereka sedang menghadapi satu masalah yang cukup berat baginya. Mungkin mereka sudah menceritakan apa duduk permasalahan yang sedang dihadapinya, karena biasanya orang yang ekstrovert tidak mampu menutupi keadaan dirinya. Sekalipun dia sedang marah, dia akan secara terbuka untuk mengungkapkannya.

Namun ketika dia merasa bahwa masalah yang dihadapinya cukup berat dan membuat batinnya merasa tidak tenang maka hal yang akan dilakukannya adalah diam. Diam karena tidak tau lagi apa yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahannya, diam karena merasa lelah dengan apa yang sedang dihadapinya, dan diam karena belum mendapatkan solusi dari permasalahannya sendiri.

Hal ini bukanlah hal yang bisa disepelekan karena dikhawatirkan ini akan mengganggu kejiwaannya dan membawa si ekstrovert ke dalam situasi stres atau depresi. Berbahaya bukan?

Hal yang dapat dilakukan si ekstrovert adalah jangan terlalu larut berdiam dalam permasalahannya, kamu dapat arahkan si ekstrovert untuk menceritakan secara detail masalahnya padamu agar kamu dapat membantunya mencari solusi. Atau apabila diri kamu sendiri yang berlaku sebagai si ekstrovert kamu dapat mencari ahli seperti konselor atau psikolog untuk dapat kamu jadikan media agar kamu dapat mengungkapkan permasalahanmu dan mendapatkan solusi darinya.

Selain itu para ahli juga akan memberikanmu terapi agar kamu mampu berdamai dengan dirimu dan mulai memfokuskan pikiranmu secara tenang agar mampu melanjutkan hari-harimu dengan solusi yang sudah kamu dapatkan.

Dengan adanya konsultasi yang kamu lakukan, pastinya kamu akan jauh lebih merasa tenang dan kembali dapat menjadi dirimu sendiri yang periang perlahan-lahan. Jadi sudah paham kenapa si ekstrovert jadi pendiam? Jangan anggap remeh perubahan sikap seseorang ataupun dirimu yaa. Kenali dan dekati mulai dari sekarang.(DLA)

Tinggalkan Balasan