Pacaran bertahun tahun tapi ditinggal nikah. kebanyakan perempuan, yang jomblo silahkan berbahagia

115
Ilustrasi | Foto: Prostooleh / Freepik

Seberapa sering kamu melihat pasangan kekasih? Oh pastii tidak kamu hitung kan? Hehe pasangan kekasih atau biasa disebut orang dengan istilah pacaran, dimana sepasangan manusia berlawanan jenis saling jatuh cinta saling mengungkapkan, menunjukan, dan mengekspresikan cinta tersebut baik melalui perkataan maupun tingkah laku. Biasanya mereka yang pacaran akan menujukan kepada dunia bahwa mereka saling mencintai, kita bisa lihat dimana saja, mulai dari warung bakso, beranda facebook, video tiktok bahkan dipinggir jalan. Pacaran tidak berlaku bagi mereka yang sudah terikat tali pernikahan ya, oleh karena itu pacaran hanya berlaku bagi mereka yang belum menikah atau sedang berada ditahap remaja dan dewasa awal. Biasanya jatuh cinta dimulai saat berada dijenjang sekolah dan kuliah. Pacaran sebagai jembatan menuju pernikahan, namun seberapa banyak mereka yang mengerti arti cinta sesungguhnya? Mereka benar-benar saling mencintai. iya gak sih? Pikirkan berapa banyak dari mereka yang akan menikah setelah kuliah? Sangat sedikit bukan? Mengapa mereka saling mencintai untuk waktu tertentu? Pertanyaan-pertanyaan itu sangat menarik.

Jawabannya sangat lurus dan sederhana dan jawabannya adalah “keamanan finansial”. Ya, anak perempuan dan keluarga mereka hanya menyukai anak laki-laki yang menghasilkan uang, mempunyai bibit bebet bobot, sedangkan menurut agama anak perempuan pasti juga melihat sisi religion-nya, terutama dalam agama islam yang tidak memperbolehkan pacaran. Secara psikologi para gadis umumnya menginginkan seseorang yang mampu membuat dia aman, aman dari masalah ekonomi yang menimpa rumah tangga kelak. Sebab bagi wanita hidup perlu biaya, bahagia perlu biaya, kecerdasan anak perlu biaya, masa depan anak perlu biaya, semua perlu biaya. Tidak salah jika para gadis lebih memilih lelaki mapan dan sukses untuk menjadi suaminya.

Sekarang ada kontradiksi besar. Selama sekolah atau kuliah, anak perempuan umumnya lebih suka anak laki-laki nakal atau “Swaggers”. Orang-orang ini tidak punya masa depan. Sebagian besar dari mereka tidak bagus dalam studi. Tujuan utama mereka adalah menikmati hari-hari kuliah, penghilang rasa letih dari tugas kuliah yang menumpuk, atau bahkan pacar juga bisa membantu para gadis dalam urusan kelancaran kuliah, seperti antar jemput pergi kuliah, traktir makan, nonton film dan sebagainya yang membuat para gadis semangat menjalani masa kuliah nya. Sekarang punya pacar adalah simbol status untuk para gadis. Sebagian besar para gadis membandingkan pacar mereka dengan gadis lain. Ini menyedihkan. Bahkan mereka sangat khawatir dan merasa kurang minder jika tidak memiliki pacar. Bahkan kata kata jomblo sudah menjadi bullying sederhana di zaman now.

Jangan bangga dulu buat para lelaki yang menjadi rebutan wanita dikampus, yang punya wajah tampan, trendy dan kekinian, apa kalian merasa bisa membahagiakan pacar dengan modal cinta? Kalau begitu siap-siap ditikung oleh seseorang yang mampu menjamin kehidupan pacaran kamu dimasa depan, bisa saja dia adalah si “kutu buku” yang tidak pernah pacaran selama kuliah. Dalam pacaran perasaan memang lebih ditonjolkan tapi dalam rumah tangga logikalah yang berkuasa.

Buat para anak kuliah, mending mantapin diri buat jadi sarjana deh, nikmati masa muda tanpa ada yang ngatur-ngatur, bebas berteman dengan siapa saja, fokus kuliah tanpa ada masalah dengan pasangan yang mengganggu kosentrasi belajar. Percaya deh, ketika kamu sukses nanti kamu akan lebih mudah menaklukan hati wanita idaman mu.

Tinggalkan Balasan