Menghindari Situasi Sulit Saat Magang

20
Foto: Rawpixel.com / Freepik

Magang adalah salah satu syarat siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Mahasiswa mempersiapkan diri untuk terjun di dalam dunia pekerjaan. Dalam menjalani magang terkadang ada beberapa situasi yang tidak sesuai atau tidak kita harapkan. Pastinya akan membuat kita tidak nyaman dalam beraktifitas. Lalu bagaimana cara mengantisipasinya? Mari Konseling akan memberikan tips & trik untuk mengubah suasana magang yang tak nyaman menjadi lebih menyenangkan.

Pertama, hari pertama magang ada situasi dimana terkadang disambut dengan tatapan “ganas” para senior dari ujung rambut hingga ujung kaki. Jangan terlalu berharap kamu disapa dan disambut hangat oleh semua rekan-rekan senior. Tapi jangan dulu menilai buruk situasi kantor. Ini hanya “drama” dihari pertama. Yang perlu kamu lakukan, ketika masuk dalam lingkungan baru, kamulah yang harus lebih dulu ambil inisiatif untuk menyapa dan menjalin hubungan baik. Pastikan senyum melekat di bibir sepanjang hari.

Kedua, tidak ada yang mengajak makan siang. Padahal, makan siang bisa menjadi senjata ampuh untuk mencairkan suasana dan menambah keakraban. Nah yang mesti kamu lakukan, coba untuk ikut bergabung saat makan siang di hari pertama, jangan merasa malu. Namun untuk mengantisipasi kejadian yang menyebabkan kita tak bisa keluar makan, bawalah bekal di hari pertama. Hindari untuk makan di meja kerja dan pergilah ke pantry karna beberapa perusahaan yang melarang karyawan makan di meja kerja.

Ketiga, disaat semua karyawan lembur, mau pulang enggak enak, di kantor menderita. Perusahaan advertising, media, hingga Bank biasanya punya jam kerja ekstra di luar jam kerja. Bila tempat kita magang juga punya pola sama, tak ada salahnya untuk pulang lebih larut di hari pertama, sekaligus mempelajari budaya kerja di sana. Tapi kalau tiap hari mereka lembur? Kamu bisa lakukan ini, taanyakan langsung pada mentor yang membimbing kamu, apakah kamu juga harus ikut lembur atau tidak. Bila tak ada mentor, cari mentor sendiri. Senior yang duduk di sebelah meja misalnya. Ia bisa menjadi sumber informasi yang baik.

Keempat, mendengar gosip tentang atasan atau perusahaan saat makan siang bersama karyawan. Gosip kantor adalah hal biasa, mulai dari gosip tentang perilaku atasan hingga keluhan dengan peraturan baru perusahaan. Sebagai anak magang, kita perlu bersikap bijak agar tidak dianggap sok tahu. Ketika situasi ini terjadi yang ertama kamu dengarkan dan ikut tertawa kalau perlu, tapi jangan memberi komentar atau ikut bicara. Bagaimanapun kita tidak berhak mencampuri urusan “rumah tangga” orang lain. Lalu jangan biarkan nama kita tercemar karena karena dituduh menyebar gosip. Selanjutnya, bila mereka bergosip tentang hal buruk menyangkut atasan atau perusahaan, jangan dulu percaya dengan apa yang dikatakan. Bisa jadi itu hanya ungkapan emosi sesaat. Pintar-pintarlah menilai secara objektif.

Keadaan kelima, tugas dari perusahaan terlalu mudah. Jangan bayangkan minggu pertama magang akan sama dengan minggu pertama kerja. Perusahaan tak akan memberikan tugas berat pada anak magang yang mereka anggap belum punya kompetensi memadai. Jangan dulu heran bila tugas yang diberikan terlalu mudah. Kecuali setelah satu minggu berlalu kita terus diberi tugas mensortir email atau fotocopy. Disini kamu dapat lakukan, pelajari segala sesuatu saat magang. Bila minggu pertama masih santai, gunakan waktu untuk melihat situasi kerja yang sesungguhnya. Misalnya, bila bekerja di perusahaan multimedia, pelajari alur kerja mulai dari meeting konsep, pengambilan gambar, hingga diserahkan kepada klien. Bila tak juga ada perubahan, kita boleh meminta tugas yang lebih sulit pada mentor atau atasan.

Keenam, banyak kesalahan saat mengerjakan tugas dari kantor. Manfaat magang selain membuka networking ialah mengetahui “tanggung jawab” di dunia kerja sesungguhnya. Salah itu wajar, tapi sebaiknya tidak mengulang kesalahan yang sama lagi dan lagi. Kamu bisa lakukan ini untuk mencegah kesalahan terjadi lagi. Siapkan buku catatan dan pulpen. Catatlah apa yang menjadi tugas kamu dan apa yang mesti dilakukan. Bila ada yang tak dimengerti, jangan pernah ragu untuk bertanya. Percayalah, rekan senior akan senang bila dimintai bantuan. Tapi jangan terlalu sering meminta bantuan, mereka juga punya tugas yang harus dikerjakan.

Terakhir, tidak cocok dengan lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang kondusif adalah kunci utama yang menentukan apakah kita mampu bertahan di sebuah perusahaan atau tidak. Bagaimanapun, mood sangat mempengaruhi kinerja dan tingkat stres. Magang bisa menjadi cara efektif untuk menilai lingkungan kerja mana yang paling cocok, setidaknya kamu betah berlama-lama di sana.

Magang ataupun menjadi karyawan pasti ada beberapa hal yang tidak sesuai denga harapan kamu. Jadi, jangan terburu-buru membuat keputusan. Hitung dulu lebih banyak mana, kesenangan atau kesusahan yang kamu dapat bila bekerja di sana.

Tinggalkan Balasan