Bekerja Tanpa Mengharapkan Imbalan

22
Ilustrasi pekerjaan sosial | Foto: Wikimedia Commons/wikipedia

Pada umumnya seseorang bekerja untuk mendapatkan imbalan atau upah. Tidak ada manusia yang mau bekerja keras namun tidak dibayar sepersen pun, bahkan bekerja sekedar memabantu teman pun pasti akan diberi imbalan atau bisa dibilang ‘uang rokok’.

Namun terkadang kita harus bekerja ekstra untuk keberlangsungan karir kita di suatu perusahaan atau pekerjaan. Apa lagi jika kita menjabat di salah satu divisi dalam perusahaan, mau tak mau 24 jam harus bisa di hubungi.

Demikian dengan berkembangnya teknologi, bekerja pun bisa dimana saja dengan perlatan canggih yang sudah tersedia.

Ada yang beranggapan bahwa, jika karir yang diharapkan maka uang itu akan mengikutinya. Tetapi keduanya belum memuaskan dan membahagiakan dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan. Kita tidak dapat kebebasan karena terikat kepada hasil.

Sudah sewajarnya memang ketika kita mencurahkan tenaga dan pikiran untuk orang lain harus adanya imbalan. Namun ketika kita terpaku pada hasil yang akan kita dapatkan, mungkin kepuasan lain dalam diri tidak bisa kita dapatkan.

Banyak pekerjaan yang secara tidak sadar kita mengerjakan dengan tanpa mengharapkan imbalan. Seperti kerja bakti, menjadi volentir / relawan, dan pekerjaan sosial lainnya.

Maka cobalah untuk bekerja dengan hati dan tidak menjadikan imbakan sebagai syarat untuk memberikan sesuatu kepada orang banyak. Seperti apa yang pernah saya kutip dari pendiri Go-Jek Nadiem Makarim, bahwa founder yang suskses adalah yang tidak kuat jika ada suatu permasalahan yang harus dia selesaikan. Jadi bukan obsesi untuk pendapatannya tapi obsesi terhadap problem atau permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Dalam arti seseorang yang sukses adalah orang yang mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

Jadi bekerja tanpa imbalan bukan berarti masalah buat kita. Bahkan dapat menjadi bahan latihan atau mengasah kemampuan kita untuk menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan