Atasan Kamu Galak? Bingung Mesti Gimana? Coba 5 Trik-Trik Berikut

26
Ilustrasi | Business image created by Pressfoto - Freepik.com

Di tempat kerja, atasan memegang peranan yang penting dalam pekerjaan. Atasan juga orang penting yang nantinya menentukan kesuksesan kamu. Tapi bukan berarti setiap atasan berhak untuk menjadi seenaknya saja dan selalu benar.

Lalu bagaimana jika kita memiliki atasan yang galak?

Mempunyai atasan yang galak memang mimpi buruk. Gak heran kalua atasan semacam ini membuat karyawan mudah sekali resign dari perusahaan.

Trus bagaimana kalau kita memiliki atasan seperti ini?

Apa yang akan dilakukan?

Kamu tidak perlu menghindar, Kamu dapat menghadapinya dengan trik-trik sederhana ini.

  1. Coba pendekatan secara personal.

Coba untuk berbicara secara personal dengan atasan kamu. Dari sini, kamu dapat mencoba menggali informasi dari atasan kamu sebanyak mungkin. Bisa tentang keluarga, riwayat pekerjaan, kesukaan dan sebagainya. Siapa tahu kamu dapat menemukan penyebab mengapa atasan kamu berlaku seperti itu. Tapi jangan sok asik langsung ajak atasan kamu bicara secara personal. Tapi tunggu kesempatan datang.

  1. Cari tahu standar kerja yang diinginkan.

Salah satu sebab mengapa atasan marah adalah tidak terpenuhinya standar kerja yang ditetapkan oleh atasan. Maka dari itu, kamu harus mencari tahu standar kerja atasan kamu baik dari rekan kerja satu tim ataupun yang pernah bekerja dengan atasan tersebut mengenai gaya bekerja atasan kamu. Suka tidak suka, dialah pimpinan kamu dan ikutilah aturan mainnya, apalagi kalau aturan tersebut masih bisa ditolerir.

  1. Berinisiatif dan proaktif.

Agar dapat terhindar dari kemarahan atasan, selain memenuhi standar kerja yang diinginkan, sebisa mungkin kamu harus bisa memberikan hasil yang terbaik dalam setiap pekerjaan. Selalu berinisiatif dalam pekerjaan serta proaktif, maka kamu dapat menjadi orang yang dapat diandalkan oleh atasan kamu. Salah satu cara menghadapi atasan pemarah adalah dengan mengambil hatinya. Untuk itu, sering-seringlah menawarkan bantuan baik dalam urusan pekerjaan atau bukan.

  1. Jaga komunikasi.

Kamu harus bisa menciptakan komunikasi yang dengan atasan kamu. Jika komunikasi lancar, pekerjaan juga akan lancar dan atasan kamu akan mengurangi sifat tempramen-nya.

  1. Evaluasi diri.

Kita harus mampu melihat ke diri sendiri sebelum melihat ke orang lain. Jangan-jangan, yang pemarah bukan atasan kamu, tapi kamu yang membuatnya sering marah baik itu salah ataupun tidak. Kalau memang begitu, baiknya kamu melakukan kroscek ke rekan-rekan kerja apakah atasan kamu juga sering marah ke mereka atau hanya pada kamu. Kamu akan dapat menentukan sikap selanjutnya yang harus diambil.

 

Itu tadi beberapa tips dalam menghadapi atasan galak yang bisa dicoba. Sebenarnya yang perlu diingat adalah, atasan pemarah belum tentu karena dia tidak suka dengan Kamu. Oleh karena itu, jangan terlalu diambil secara personal ketika beliau sedang marah.

Kamu juga dapat memperhatikan setiap permasalahan yang datang sehingga solusi terbaik untuk mengatasinya dapat Kamu utarakan. Terakhir, buat omelan atasan Kamu sebagai bahan perbaikan diri agar tidak terlalu diambil hati.(NA)

Tinggalkan Balasan