Anak Tidak Mandiri. Gimana Dong?

82
Ilustrasi anak menangis | Foto: Freepik

Berbagai keluh kesah orangtua tentang anaknya yang tidak mandiri, sering sekali kita temui. Seperti anak saya tidak bisa tidur sendirilah, anak saya tidak mau makan kalau tidak disuapilah, anak saya tidak mau sekolah, cengeng, manja dan lain sebagainya. Apa sih sebabnya? Apa sih perbedaan anak yang mandiri dan tidak mandiri?

Anak mandiri merupakan anak yang mampu memenuhi kebutuhannya baik naluri maupun fisik, oleh dirinya dan kemauannya sendiri secara bertanggung jawab, tanpa bergantung kepada orang lain. Ia sadar betul bahwa orang lain juga mempunyai kebutuhan dan kepentingannya sendiri-sendiri, bukan hanya untuk menolong dia saja.

Anak yang mandiri, tidak akan berteriak minta tolong hanya untuk diambil makan atau pun barang-barang lainnya yang ia perlukan. Ia akan dengan tanggap melayani dirinya sendiri dan memenuhi apa yang ia butuhkan. Berbeda dengan anak yang tidak mandiri. Ia ingin selalu dimanja, diperhatikan, cenderung rewel dan cengeng. Apa saja yang ia inginkan harus terpenuhi, harus selalu dituruti dan dilayani.

Naluri Berkembang

Sebenarnya setiap anak memiliki naluri untuk berkembang dan mandiri sejak lahir loh. Coba kita perhatikan, bayi perlahan belajar tengkurap, merangkak sendiri, mencoba bangun untuk bisa menyeimbangkan tubuhnya, lalu perlahan-lahan berusaha untuk berjalan. Ketika bayi melakukan tahap-tahap ini, mereka akan melakukannya dengan sekuat tenaga. Mereka berusaha untuk bisa berjalan, memopang tubuhnya sendiri ditumpuan kakinya. Secara tidak langsung, Tuhan menunjukkan bahwa manusia mempunyai naluri untuk menjadi makhluk yang mandiri.

Hanya saja lingkungan sering kali salah dan kurang tanggap terhadap proses kemandirian seorang anak. Akibatnya justru anak menjadi tidak mandiri, pencemas dan penakut, dikarenakan sikap posesif orangtua yang sering menggunakan perkataan “jangan” tanpa memberi tau sebabnya atau memberikan kesempatan pada buah hatinya agar mereka mengetahui alasan suatu hal.

Menurut penelitian oleh pakar psikologi Goleman, orangtua yang secara konsisten mendorong anak mereka menghadapi dunia, mampu menghasilkan anak yang tidak penakut. Dan orangtua yang melindungi anaknya dari kesulitan hidup atau pengalaman buruk, justru akan menghasilkan pribadi yang terus dihantui ketakutan hingga dewasa.

Menumbuhkan Kemandirian Anak

Yuk mom, dad. Tidak ada kata terlambat dan sulit untuk merubah pribadi seseorang menjadi lebih baik lagi. Yang kita perlukan hanya pembiasaan. Beberapa hal ini perlu diperhatikan oleh orang tua untuk menumbuhkan kemandirian terhadap anak:

  1. Tumbuhkan rasa percaya diri
    Rasa mandiri tumbuh jika anak diberikan motivasi untuk melakukan hal yang mampu ia kerjakan sendiri.
  1. Risiko anak belajar
    Jangan takut rumah kotor atau berantakan saat anak bermain ataupun beraktifitas. sesungguhnya dalam hal itu ia sedang mempelajari tentang sesuatu yang baru.
  1. Beri kepercayaan
    Hal terbesar yang sering menghambat kemandirian seorang anak adalah kekhawatiran orangtua. Berilah mereka kepercayaan untuk dapat melakukannya.
  1. Komunikasi terbuka
    Sediakanlah selalu waktu untuk berkomunikasi dengan anak anda secara terbuka. Jadilah sahabat bagi mereka.
  1. Kebiasaan
    Salah satu peran orangtua dalam kehidupan sehari-hari adalah membentuk kebiasaan. Dan kebiasaan tersebut membentuk karakter anak.
  1. Disiplin
    Sebelum anak dapat disiplin, ia harus didisiplinkan terlebih dahulu oleh orangtuanya. Syarat pendisiplinan adalah bimbingan, pengawasan, konsisten dan konsekuensi.
  1. Jangan terus menyuapi
    Ajarkan ia untuk berusaha dan melakukan sendiri.

Tinggalkan Balasan